🏛️
Domain BPS
Mamasa (7603)
📊
Indikator Makro
20 Indikator
📚
Publikasi E-Book
432 Buku PDF
📑
Tabel Statis
101 Tabel Data
🖼️
Infografis Visual
108 Poster HD
🌟 Indikator Makro Strategis Kabupaten Mamasa
Indikator rujukan resmi pembangunan daerah (RPJMD/RKPD) bersumber dari BPS
Perbandingan Tahun 2025 vs 2024
📊 Distribusi Pengeluaran Penduduk Menurut Ukuran Bank Dunia
Standar internasional Bank Dunia membagi kelompok masyarakat menjadi 3 lapisan persentase pengeluaran
40% Terbawah: 23.10%
40% Menengah: 38.40%
20% Teratas: 38.50%
Kelompok 40% Terbawah
23.10%
Kriteria Bank Dunia: Jika proporsi pengeluaran kelompok 40% berpendapatan terbawah > 17%, maka daerah tersebut memiliki tingkat ketimpangan rendah (pemerataan baik).
Kelompok 40% Menengah
38.40%
Lapisan masyarakat berpendapatan menengah di Kabupaten Mamasa mencakup 38.40% dari total distribusi pengeluaran agregat daerah.
Kelompok 20% Teratas
38.50%
Lapisan 20% berpendapatan teratas menikmati 38.50% dari total pengeluaran, yang menunjukkan batas konsentrasi kekayaan tetap moderat.
📌 Indikator Pendukung Pemerataan & Kemiskinan
Parameter penentu garis kesejahteraan dan pengeluaran riil masyarakat
Garis Kemiskinan (GK) Total
Rp 431.500
per kapita / bulan
Persentase Penduduk Miskin (P0)
13.66%
dari total penduduk Mamasa
Pengeluaran Riil per Kapita Disesuaikan
Rp 10.250.000
per kapita / tahun (Standar IPM BPS)
🏆 Peringkat Pemerataan (Gini Ratio) se-Sulbar
Kabupaten Mamasa menempati peringkat ke-2 se-Sulawesi Barat dengan ketimpangan terendah
| Rank | Wilayah | Gini Ratio | Kategori |
|---|---|---|---|
| #2 | ⭐ Kabupaten Mamasa | 0.305 | Ketimpangan Rendah |
| #3 | Kabupaten Mamuju Tengah | 0.338 | Ketimpangan Rendah |
| #4 | Kabupaten Pasangkayu | 0.345 | Ketimpangan Rendah |
| #5 | Kabupaten Polewali Mandar | 0.354 | Ketimpangan Rendah |
| #6 | Kabupaten Majene | 0.365 | Ketimpangan Rendah |
| #7 | Kabupaten Mamuju | 0.380 | Ketimpangan Rendah |
| - | Provinsi Sulawesi Barat | 0.358 | Ketimpangan Rendah |
| - | Nasional (Indonesia) | 0.375 | Ketimpangan Rendah |
🛡️ Pemerataan Tinggi: Angka Gini Ratio Mamasa yang konsisten di angka 0.31 – 0.33 membuktikan hasil pembangunan dan perputaran ekonomi tersebar merata di 17 kecamatan.