Kokpit terpadu pengambilan kebijakan pimpinan daerah (Bupati & Sekda) untuk memantau indikator kinerja utama, disparitas harga pangan se-Sulbar (PIHPS), realisasi keuangan APBD (SIKD Kemenkeu), prevalensi stunting & P3KE, hingga peta geospasial infrastruktur dan kebencanaan. Terhubung langsung dengan Portal Resmi Satu Data Kabupaten Mamasa.
Ruang kendali ini lahir dari komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk menyajikan visualisasi data eksekutif yang akurat bagi pengambilan keputusan pimpinan daerah demi tata kelola pemerintahan yang bersih (*Good Governance*).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), setiap warga negara berhak mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program pembangunan daerah, serta proses alokasi anggaran demi terciptanya transparansi dan kepercayaan masyarakat.
Sesuai Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI), pemerintah daerah wajib mengelola data dengan prinsip standar data, metadata baku, interoperabilitas sistem, dan kode referensi tunggal agar data dapat dibagipakaikan antar-instansi.
Data yang terbuka memungkinkan akademisi, peneliti, mahasiswa, media pers, dan pegiat masyarakat untuk turut mengkaji, mengawasi, serta memberikan kontribusi gagasan dalam pembangunan Kabupaten Mamasa yang inklusif.
Tanpa data yang terintegrasi, pembangunan berjalan dalam kegelapan. Kondosapata Command Center (KCC) hadir sebagai fondasi transformasi digital yang memecahkan masalah mendasar tata kelola daerah.
Sebelumnya, data sektoral tersebar dan terisolasi di masing-masing dinas (OPD) dengan format berbeda. Satu Data menyatukan seluruh aliran data dalam satu wadah terpadu yang divalidasi oleh Walidata Daerah.
Menghilangkan perbedaan data statistik antar-instansi. Pemkab, BPS, dan Kementerian kini merujuk pada satu sumber kebenaran data resmi yang tervalidasi dan mutakhir, sehingga tidak ada lagi data yang simpang siur.
Pengambilan kebijakan kepala daerah, pengentasan kemiskinan, pembangunan sarana jalan/jembatan, hingga alokasi APBD tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan didasarkan pada data faktual dan analitik cerdas.
Membuka peta spasial potensi komoditas unggulan Mamasaโseperti Kopi Arabika Mamasa yang mendunia, sektor hortikultura, pariwisata pegunungan, serta konektivitas digitalโkepada mitra dan calon investor.
Pernyataan dan arahan resmi jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam mengawal keterbukaan informasi publik, akuntabilitas birokrasi, dan integrasi data demi mewujudkan visi pembangunan Menuju Mamase.
Seluruh data pembangunan di Kabupaten Mamasa terkoneksi dalam modul-modul tematik yang dapat dieksplorasi secara bebas.
Menghimpun lebih dari 26.000+ indikator statistik sektoral dari seluruh OPD Kabupaten Mamasa yang terbagi ke dalam 8 urusan pemerintahan daerah.
Sintesis analitik berbasis tema prioritas (Kemiskinan, Kesehatan, Stunting, Pendidikan) berbantuan AI untuk mempercepat pengambilan keputusan strategis pimpinan.
Dashboard prevalensi stunting 17 Puskesmas, WebGIS sebaran lokus prioritas, integrasi Kemiskinan Ekstrem Desil 1โ4 P3KE Kemenko PMK, dan 8 Aksi Bangda Kemendagri.
Data 384+ satuan pendidikan PAUDโSMA, peta sebaran WebGIS, kondisi sarpras ruang kelas 3T, angka partisipasi sekolah (APK/APM/ATS), dan integrasi PDDikti.
Pemetaan tematik kondisi kemantapan jalan, perkerasan aspal/rigid, geospasial koridor arteri penghubung 17 Kecamatan, serta aset jembatan Dinas PUPR & BBPJN.
Statistik pelanggan PLN ULP Mamasa, agregat penerima subsidi listrik P3KE Desil 1โ4 per kecamatan, serta WebGIS sebaran rasio elektrifikasi & PLTS/PLTMH di 181 Desa/Kelurahan.
Peta spasial interaktif sebaran Kopi Arabika Mamasa, komoditas unggulan perkebunan, hortikultura, dan Lahan Baku Sawah (LBS LP2B Kementan & ATR/BPN) per kecamatan.
Pemantauan harian harga komoditas pangan pokok strategis, analisis disparitas harga pasar tradisional, dan koordinasi pengendalian inflasi daerah (TPID).
Peluang lowongan kerja Karirhub, pelatihan vokasi Skillshub BNSP, data pencari kerja terdaftar (AK-1), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) BPS Mamasa.
Direktori desa wisata Jadesta, objek wisata alam pegunungan Mamasa, cagar budaya rumah adat Gandang Dewata, dan statistik kunjungan wisatawan mancanegara/nusantara.
Pemantauan 314 titik akses internet gratis BAKTI Kominfo, VSAT, jaringan Fiber Optic (PMT), menara BTS, dan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI).
Skor Indeks Desa Membangun (IDM), status desa (Mandiri, Maju, Berkembang, Tertinggal), dan 18 capaian SDGs Desa di seluruh 181 desa/kelurahan Kabupaten Mamasa.
Indikator makro strategis: Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pertumbuhan Ekonomi, Angka Kemiskinan, Inflasi Daerah, dan Statistik Kependudukan resmi BPS RI.
Prakiraan cuaca real-time BMKG per kecamatan, peringatan dini curah hujan ekstrem, gempa terkini, dan peta kerawanan risiko bencana alam InaRISK BNPB.
Monitoring 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG/Dapur), rantai pasok 181 Koperasi Desa Merah Putih, serta sebaran 37.000+ penerima manfaat sekolah dan balita.
Transparansi postur APBD Kabupaten Mamasa, realisasi penyerapan pendapatan daerah, PAD, Transfer ke Daerah (TKD), serta mandatori anggaran pendidikan dan kesehatan.
Dokumentasi Warisan Budaya Takbenda (WBTb), Rumah Adat Banua Sibatang/Banua Layuk, situs megalitik bersejarah, dan direktori pemangku adat Pitu Ulunna Salu.
Monitoring Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), kualitas air sungai DAS Saddang & DAS Karama, serta kawasan konservasi Taman Nasional Gandang Dewata.
Hal-hal yang sering ditanyakan oleh masyarakat terkait akses data di Portal Satu Data Kabupaten Mamasa.